The Mortal Instruments – City of Ashes by Cassandra Clare


City of Ashes by Cassandra Clare
City of Ashes by Cassandra Clare

RATING

✮✮✮ Story line

✮✮ Plot twist

✮✮ Cover and interface

Comfort reading

Average:

3 star

(3 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: City of Ashes

Penulis: Cassandra Clare

Penerbit: Ufuk Publishing House

Tahun terbit: Cetakan III, Oktober 2013

ISBN: 978-602-8801-30-0

Jumlah halaman: 616

Buku kedua seri The Mortal Instruments ini dikasih judul City of Ashes. Rencananya City of Ashes ini juga bakal dibikin film taun depan. Jadi sebelum lo liat kelanjutan movienya, akan lebih baik kalo lo baca novelnya dulu!

IMOGEN, THE INQUISITOR

Jace yang secara mengejutkan ternyata adalah anaknya Valentine bikin keributan di sebuah bar yang berisi manusia serigala. Dia tampaknya gagal move on dari Clary yang notabene sekarang jadi adik kandungnya. Ditambah lagi kedatangan Maryse Lightwood—mamanya si Alec sama Isabelle—yang sekarang mengepalai institut di Brooklyn, menggantikan Hodge yang sudah mengkhianati seluruh penghuni institut gara-gara berkomplot dengan Valentine demi menghapuskan kutukan yang selama ini membuatnya terkurung di institut. Maryse ini menuduh Jace bersekongkol dengan Valentine sejak awal, katanya Jace membantu Valentine lolos membawa Piala Mortal. Makanya Maryse, yang juga ibu angkat Jace, mendepak bad boy satu ini dengan perintah jangan pernah mendekati rumahnya lagi.

Untungnya Luke ada di TKP, karena emang kawanan manusia serigala itu yang mimpin dia. Setelah dijelasin pokok permasalahan oleh Jace, Luke ngasih saran supaya hal ini dibicarain baik-baik sama Maryse. Tapi Jace ragu mamanya Alec itu mau percaya sama dia. Makanya Jace meminta tolong ke Luke supaya membantu untuk meyakinkan Maryse. Awalnya Luke ragu karena dia udah lama banget nggak ke institut, dan emang Penghuni Dunia Bawah dilarang deket-deket gitu deh soalnya institut itu suci sedangkan Penghuni Dunia Bawah itu terkutuk. Tapi akhirnya dia mau juga. Clary sama Simon juga ngekor.

Ketika balik ke institut, Luke menawarkan diri untuk mewakili Jace dalam persidangan di hadapan Kunci. Luke bersedia kalo diadili pake Pedang Jiwa. Pedang Jiwa ini merupakan Instrumen Mortal yang kedua, pedang itu digunakan untuk menentukan apakah seorang Pemburu Bayangan berbohong atau tidak. Tapi satu-satunya orang yang boleh pake pedang itu adalah sang Inkuisitor. Dia ini bertugas menyelidik para Pemburu Bayangan untuk memastikan Hukum nggak dilanggar oleh Nephilim.

Sang Inkuisitor akhirnya tiba. Namanya Imogen Herondale. Dia ini punya semua sifatnya guru killer, tetangga galak, dan mbak-mbak fotokopi-an yang juteknya kebangetan. Sifat Imogen ini bener-bener crash sama sifat Jace yang nggak mau kalah. Dan akhirnya Imogen menyarankan Jace buat mendinginkan pikiran dulu di penjara Kota Hening. Penjara Kota Hening ini diperuntukkan buat penjahat yang paling buruk, kaya vampir yang jadi liar, warlock yang ngelanggar Hukum Perjanjian, para Pemburu Bayangan yang saling bunuh. Jace bukan salah satu dari mereka, tapi mau gimana lagi dia pengen segera menuntaskan masalah ini.

ALL NEW POWER

*SPOILER ALERT*

Di buku kedua ini banyak yang mendapat kekuatan baru atau lebih tepatnya baru aja menyadari kekuatan yang mereka punya. Siapa aja? Simon, Clary, dan Jace.

Bukannya Simon itu fana? He was, until he felt something is wrong with him setelah pertemuan dengan ratu peri di Istana Seelie. Rupanya waktu dia jadi tikus gara-gara minum racun vampir di pestanya Magnus, Simon ini nyokot salah satu vampir sehingga secara langsung dia minum darah si vampir. Karena syarat jadi vampir salah satunya adalah minum darah seorang (eh, seekor?) vampir. Maka dari itu, Simon jadi vampir pemirsah. Di sini karena penglihatannya lebih jelas makanya dia nggak pake kacamata lagi. Duh, pasti keren banget dia *-*

Yang kedua. Kalo di buku pertama kekuatan Clary belum keliatan, di buku kedua ini Clary muncul dengan kekuatan baru: bisa bikin Rune baru. Kemampuan ini disadari Clary ketika dia membebaskan Jace dari penjara Kota Hening. Biar temen-temennya pada percaya sama kemampuan barunya itu, dia pun menciptakan Rune Tak Kenal Takut. Alec jadi kelinci percobaan yang bikin dia hampiiir aja ngungkapin fakta ke orang tuanya  kalo dia itu maho. Ilfeeeel T.T

Jace yang melanggar perintah Inkuisitor dengan lepas dari pengawasan Magnus Bane, terpaksa dikurung lagi di dalam semacam sangkar yang disebut Kunci dengan ‘Konfigurasi Maleakhi’. Dinding-dinding itu nggak bisa dihancurkan asalkan pisau-pisau seraph tetep di tempatnya. Karena Jace pingin banget keluar dan membantu Clary, dia akhirnya mencoba meyakinkan diri untuk melompat ke atas, melewati dinding yang tak bisa ditembus. Dan yes, he made it!

AGAIN, VALENTINE CAUSING PROBLEM

Lagi-lagi Valentine bikin masalah dengan mencuri Pedang Jiwa dari Saudara Hening. Dia memanggil iblis kuat, Agramon, yang memiliki kemampuan untuk merealisasikan ketakutan terbesar dari seorang individu. Para Saudara Hening semuanya mati terbunuh berkat ulah Valentine. Penyerangan ini bertepatan dengan ketika Jace sedang dipenjara, Valentine pun berkesempatan berbincang-bincang dengan anaknya.

Untuk mewujudkan tujuannya, Valentine perlu darah warlock, darah vampir, dan darah manusia serigala yang masih remaja. Makanya, Simon dan Maia (salah satu kawanan manusia serigalanya Luke) diculik buat diambil darahnya. Hal ini tentunya bikin Clary panik dan mereka: Clary, Jace, Magnus, dan Luke, memulai pertarungan merebut Pedang Jiwa dari tangan Valentine.

THE GOOD AND THE BAD

Lo bisa liat di atas sono gue kasih lima bintang buat buku kedua ini. This book has almost everything I’ve been looking for in a novel. Mulai dari gregetnya pertarungan antara Clary dkk dengan Valentine dii (dengan iblis-iblis). Peristiwa-peristiwa yang membangkitkan sisi emosional pembaca juga ada di buku ini. Hampir aja gue meneteskan air mata *alay detected*

Cinta segitiga Jace-Clary-Simon. Who's your choice, Clary?
Cinta segitiga Jace-Clary-Simon. Who’s your choice, Clary?

Romantic affair antara Simon-Clary dan Jace-Clary di sini juga bikin kita tau gimana rasanya dicintai tapi cuma setengah hati –> korban PHP. Dan gimana rasanya nahan perasaan kepada orang yang nggak semestinya kita cintai –:> korban gagal move on.

Gue rasa buku ini kurangnya lagi-lagi cuma keterkaitan yang kurang signifikan antara judul dengan penjelasan judul di buku. Bisa timbul pertanyaan, ‘kenapa buku kedua ini dikasi judul City of Ashes sedangkan cerita di kota Abu dikit bingitzz?’ Sama halnya di buku pertama, scene di Kota Tulang juga dikit banget.

Buku ini awalnya bikin gue males baca karena tebelnya setebel bibir Angelina Jolie. Emang sih, prolog lumayan lambat atau emang gue aja yang lemot? *lupakan*

Finally, buku ini bakalan cocok buat para pecinta novel fantasy romance, urban fantasy, dan young adult di seluruh dunia. Bakalan nggak sabar liat filmnya taun depan, so let’s pray it’s gonna be beyond our expectation. Cheers!

To buy this book –> click here.

Advertisements

3 Comments

Add yours →

  1. Paling suka sama Jace yang gagal move on perasaan di-php-innya masing-masing tokoh, hehe

  2. Tolong di film in lagi dong. sayang banget kalau pembuatan filmnya dihentikan ditengah-tengah.

    • Halo Devi Indah! Makasih udah mampir di blog ku ya.
      Sayangnya City of Ashes udah pasti nggak dilanjutin film nih 😦 Tapi kamu bisa liat serial TV nya judulnya “Shadowhunters”, dia bakal masuk season 2 Januari 2017 besok.

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: