The Mortal Instruments – City of Glass by Cassandra Clare


City of Glass cover depan
City of Glass cover depan

RATING

✮✮ Story line

✮✮✮Plot twist

✮✮✮ Cover and interface

Comfort reading

Average:

4 stars

(4 stars out of 5)

Maafkan diriku ini yang telah sekian lama hiatus ╯.╰ Berbulan-bulan musti berkutat dengan soal-soal yang bikin orang kurus jadi gendut, orang botak jadi berambut (?) Well daripada kebiasaan ngomong ngelantur yang makin berkembang biak menjadi bibit yang tak sempurna, marilah kita mulai ritual review novel-novel favorit ane. Cekidot!

Kali ini gue mau ngelanjutin ngebahas seri The Mortal Instruments. Setelah kemarin bahas buku keduanya City of Ash, sekarang giliran buku ketiga yang nggak kalah  menarik, City of Glass.

ALICANTE

idris
hasil kepoan gue dari themortalinstrumentsnews.com, beginilah kira-kira letak Idris di peta Eropa. Have a visit someday!

Demi nyelametin sang emak, Clary perlu pergi ke Idris, tempat dimana seluruh pemburu bayangan berasal, tempat yang nggak tergambar di peta manapun, tempat yang konon berada di tengah-tengah Eropa. Nah pertanyaannya, Alicante itu apanya Idris? Alicante itu kaya ibukotanya Idris gitu deh. Nah, berdasarkan saran seorang pemburu bayangan bernama Madeleine, Clary harus mencari satu-satunya warlock yang bisa membalikkan mantra yang membuat emaknya itu nggak bangun-bangun. Warlock itu bernama Ragnor Fell dan dia tinggal di Idris.

Niat Clary untuk ke Idris ini ditentang banyak pihak terutama Jace yang saat itu masih dilanda dilema sehabis tau fakta cewek yang dicintainya itu adalah adik kandungnya sendiri *peluk Jace* Tapi namanya juga Clary, cewek keras kepala ini tetep teguh sama pendiriannya.

Tepat sebelum Clary dan Luke menuju ke institut, institut tiba-tiba diserang oleh Yang Terabaikan. Maka untuk mengatasinya, Magnus yang udah janji nyiapin portal khusus buat Clary terpaksa menggunakan portal itu untuk menyelamatkan Jace dkk ke Idris. Clary yang dateng setelah semuanya masuk portal (kecuali Magnus) langsung lemes deh karena rencana mau nyelametin mamanya itu gagal.

Tapi bukan Clary namanya kalo dia kehabisan ide. Dia mendapat kemampuan membuat rune-nya lagi, kali ini dia bisa bikin portal sendiri padahal tidak ada pemburu bayangan yang dapat melakukannya. Luke yang segera mengetahui tindakan Clary ini buru-buru ngekor dan masuk ke portal sebelum portal itu tertutup di belakangnya…

THE NEW GUY, SEBASTIAN

Perkenalkan cowok kece terbaru, Sebastian Verlac! Dia ini sepupunya Aline Penhallow (dari institut di Beijing). Sebastian ini digambarkan sebagai sesosok yang tenang dan kalem. Diem aja waktu diejek sama Jace, padahal kata Simon jarang-jarang ada yang nggak bereaksi sama ejekannya Jace.

Sewaktu bertemu Sebastian, Clary merasa cowok berambut hitam ini nggak asing. Ada sesuatu dari dalam Sebastian yang terasa akrab tapi aneh padahal mereka berdua nggak pernah bertemu sebelumnya. Soon, these two were caught up in a love affair!

VALENTINE’S INVASION

Kota Kaca yang terkenal memiliki penangkis paling ampuh dari berbagai macam serangan iblis dan antek-anteknya kini pun hancur juga. There’s always the first time for everything, they said. Siapakah dalang dari semua kekacauan di negeri para shadowhunters berasal ini? Siapa lagi kalo bukan papanya Clary dan Jace, Valentine Morgenstern. Dia bekerja sama dengan para iblis untuk meruntuhkan pertahanan Kunci yang makin kelihatan aja korupnya.

Trus apa sih tujuan utama Valentine? Setelah mendapatkan dua Mortal Instruments, dia melanjutkan pencarian untuk Mortal Instruments terakhir yakni Cermin Mortal untuk melengkapi ritual pemanggilan Malaikat Raziel. Nah masalahnya, Cermin Mortal ini tidak ada yang pernah tau dimana keberadaannya. Ancaman Valentine ini membuat Kunci bereaksi. Satu-satunya cara untuk mengalahkan paling tidak antek-antek Valentine adalah bersekutu dengan para Penghuni Dunia Bawah.

THE GOOD AND THE BAD

url
Ilustrasi Sebastian Verlac. What is the ‘M’ sign doing there?

Mostly, buat gue dari lima buku The Mortal Instruments yang udah gue baca, buku ketiga ini yang paling banyak menggambarkan intense-nya pertarungan, klimaksnya paling oke, dan bikin lo semakin penasaran apa yang terjadi di halaman-halaman berikutnya. Cassie Clare ini emang jago membuat klimaks yang panas nan menegangkan. Hampir semua bukunya pasti ada bagian yang bikin gue (tumben) bisa baca cepet. Hahaha. Cuman emang menurut gue sih novel City of Glass ini yang klimaksnya paling intens. Berasa nonton langsung filmnya meskipun itu hanya imajinasi belaka *hiks*

Untuk judulnya, novel ini lagi-lagi menurut gue judulnya paling pas dengan isi cerita. Kebanyakan setting di buku ini berada di Kota Kaca alias Idris. Sedangkan judul novelnya kalo diterjemahin ke Indonesia jadi ‘Kota Kaca’. Match kan?

Untuk cover depannya, gue masi bertanya-tanya, apakah itu Sebastian si cowok baru, atau Alec? Karena dua cowok ini berambut sama-sama hitam. Tapi tampaknya karena tokoh utama terbaru di novel ini adalah Sebastian, jadi gue simpulin dia yang jadi cover novel ini.

Bad-nya? Hmm I don’t think there are any specific thing I do not like about this book. Everything seems perfect. Or maybe you got one? Tell me on the comment bar below!

Buat pembelian bisa di link ini. Thank you ^^

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: