Divergent by Veronica Roth


Divergent by Veronica Roth
Divergent by Veronica Roth

RATING

✮✮✮ Story Line

✮✮ Plot Twist

Cover and Interface

✮✮✮ Comfort Reading

Average

 2,25 STARS(2.25 out of 5 stars)


BRIEF INFORMATION

Judul: Divergent

Penulis: Veronica Roth

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun terbit: Cetakan IV, Oktober 2014 (Edisi kedua, Movie Tie-In)

ISBN: 978-979-433-848-3

Jumlah halaman: 478 hal

Sewaktu The Hunger Games lagi naik daun dan jadi buah bibir di antara temen-temen, gue nggak terlalu paham apa sebenernya inti ceritanya. Dan kenapa trilogi karya Suzanne Collins itu bisa sukses besar di pasaran. Lalu dua tahun kemudian, di bioskop lagi rame-ramenya nonton film Divergent. Dan gue masih nggak ngeh juga. Ketika temen-temen gue pada heboh bilang filmnya bagus, gue baru menyadari kalo itu diadaptasi dari novel. Kasusnya mirip sih kaya sewaktu ada The Maze Runner di bioskop. Mungkin kalian mulai berpikir kalau gue kudet banget. Ya emang waktu itu masih berada di jaman jahiliyah nyahaha

Trilogi Divergent juga masuk ke daftar novel-yang-gue-baca-setelah-nonton-filmnya. Dan gue bisa pastikan, kebanyakan novel yang gue baca setelah nonton filmnya itu pasti bosen di tengah-tengah. Akhirnya terbengkalai juga. Mungkin inilah salah satu alesan kenapa gue ngasih bintang dikit banget buat novel dengan genre favorit gue, dystopia.

Namanya aja trilogi, jadi ada tiga buku dari serial ini, antara lain:

  1. Divergent
  2. Insurgent
  3. Allegiant

Yuk langsung masuk ke segmen sinopsis…

ONE CHOICE DEFINES YOU

Di masa depan, masyarakat dibagi menjadi lima faksi dengan kemampuan dan fungsi masing-masing. Faksi-faksi itu antara lain:

ABNEGATION → THE SELFLESS

abnegationFaksi Abnegation ini isinya orang-orang baik, suka menolong, dan segala hal tentang tidak mengutamakan diri sendiri. Ciri khasnya berbaju abu-abu dan mereka biasa dipaggil ‘Orang Kaku’. Pemimpin masyarakat diambil dari faksi ini karena orang yang paling tidak menginginkan jabatan dan kekuasaanlah yang dianggap paling tepat menjadi pemimpin.

CANDOR → THE HONEST

candorFaksi Candor berisi orang-orang yang mengutamakan kejujuran. Bagi mereka, hidup itu cuma hitam dan putih. Makanya, mereka dicirikan dengan pakaian serba hitam dan putih, bahkan gedung mereka juga. Orang-orang Candor pada umumnya sudah terlatih untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong atau tidak. Jadi ati-ati ya yang punya pacar orang Candor.

AMITY → THE PEACEFUL

amityNggak suka berantem, menghindari perdebatan, suka hidup damai dan tenang itu adalah ciri-ciri dari Faksi Amity. Prinsip mereka kenapa bikin ribut kalo bisa ketawa dan hidup makmur. Faksi ini jadi pusat suplai perairan, peternakan, dan pertanian buat seluruh kota. Mereka suka pakai pakaian cerah seperti merah, kuning, dan hijau.

ERUDITE → THE INTELLIGENCE

eruditeIni dia faksi yang berisi orang-orang pinter. Faksi Erudite menghasilkan inovasi-inovasi dan temuan-temuan baru yang nge-support kelangsungan hidup kota. Merekalah yang menciptakan serumnya faksi-faksi lain. Rasa ingin tahu dan warna biru adalah ciri khas faksi ini. Jadi bagi kalian yang suka ngepo, mungkin faksi ini cocok buat lo.

DAUNTLESS → THE BRAVE

dauntlessKalo di masa kini, faksi Dauntless ini keknya macam polisi, pasukan khusus, atau mungkin satpam (?). Merekalah yang menjaga keamanan dan ketertiban kota. Mereka hobi banget berlari-lari mengejar kereta dan mencoba melompat masuk selagi kereta itu berjalan. Selain keberanian dan kenekatannya, faksi Dauntless dicirikan dengan pakaian mereka yang serba hitam.

Nah, kelima faksi ini masing-masing punya inisiasi masing-masing. Apa itu inisiasi? Inisiasi itu semacam ospek buat anggota-anggota baru yang masuk sewaktu masa pemilihan maupun orang asli faksi yang udah mencapai umur 16 tahun. Bicara soal masa pemilihan nih, seorang remaja yang menginjak usia 16 tahun baru boleh ikut pemilihan faksi. Tapi sebelumnya, mereka harus dites kecakapan dulu pake serum untuk melihat kecenderungan faksi mereka. Mereka kemudian boleh memilih faksi yang berbeda dari hasil tes. Baru pada masa pemilihan, mereka harus menaruh tetesan darah dari telapak tangan ke masing-masing wadah yang melambangkan kelima faksi.

NOT THE OLD PRIOR

Kalau tagline novel ini adalah One Choice Can Transform You, gimana kalo Multiple Choice? Beatrice Prior, seorang gadis dari faksi Abnegation harus memilih apakah dia harus tetap di faksi lama atau pindah ke faksi lain. Di Abnegation, Beatrice tidak nyaman karena merasa di situ bukanlah tempatnya. Dia merasa harus pindah ke faksi lain tetapi merasa nggak enak sama ortunya.

Sewaktu tes kecakapan, Beatrice mendapat hasil yang nggak diduga. Ia cocok dengan tiga faksi sekaligus: Abnegation, Erudite, dan Dauntless. Tori, seorang perempuan Dauntless yang ngetes dia, mengatakan kalau Beatrice adalah seorang Divergent. Tori yang berpikir identitas Divergent itu berbahaya kemudian menyuruh Beatrice untuk tidak mengatakan pada siapa-siapa hasil tesnya. Lalu ia menuliskan faksi Abnegation sebagai hasil tes Beatrice.

Beatrice makin galau faksi mana yang harus dia pilih. Kegalauan Beatrice ini mirip-mirip galaunya anak SMA yang mau milih jurusan. Tapi akhirnya, pada saat pemilihan Beatrice secara nggak disangka-sangka memilih faksi Dauntless. Orang tuanya terlihat kecewa, apalagi kakaknya—Caleb—memilih faksi Erudite, faksi yang menjadi musuh faksi Abnegation.

Sedikit cerita, pemimpin Erudite—Jeanine Matthews—ini paling gencar menyebarkan hawa-hawa permusuhan dan ketidaksetujuan atas fakta kalau Abnegation menjadi pemimpin kota. Menurutnya, faksi yang paling cerdaslah yang tepat untuk memimpin kota. Makanya, ayah Beatrice—Andrew Prior—yang menjadi salah satu petinggi kota pun jadi musuh Jeanine dan membenci semua yang berkaitan dengan Erudite. Tentunya masuknya Caleb menjadi bagian dari Erudite sangat membuat Andrew kecewa.

DAUNTLESS INITIATION

Divergent by Veronica Roth along with The Maze Runner by James Dashner.

Jangan bilang lo seorang Dauntless sejati kalau belom ikut inisiasinya. Karena konon, inisiasi Dauntless itu paling berat diantara inisiasi dari faksi-faksi lainnya. Inisiasi Dauntless ini ibaratnya kaya latihan militer. Jadi musti adu kekuatan dan ketahanan baik dari segi fisik maupun mental. Beatrice yang dulunya hidup dengan cara yang lembut harus membuat perubahan besar. Salah satu caranya adalah dengan mengubah namanya menjadi “Tris”.

Awalnya, para peserta inisiasi Dauntless disuruh lompat ke bawah dari semacam rooftop sebuah bangunan. Nah, Tris ini secara mengejutkan berani mengambil kesempatan pertama. Keberanian ini tentunya mengejutkan peserta inisiasi lainnya. Terutama cowok dari faksi Candor bernama Peter yang sirik banget sama Tris dan suka manggil dia dengan sebutan “kaku”. Setelah berhasil, Tris kemudian bertemu dengan Four yang kemudian menjadi pemimpin peserta inisiasi yang bukan asli Dauntless.

Selama inisiasi, para peserta diajari latihan fisik, cara melempar pisau, cara menembak, dll. Setelah itu, mereka diurutkan berdasarkan ranking. Bagi yang berada di urutan 20 ke bawah terancam didepak dari inisiasi dan dapat dipastikan, menjadi factionless alias tanpa faksi. Karena stereotip factionless itu macam pengemis gitu, makanya para peserta bersaing supaya nggak sampai berada di peringkat 20 ke bawah.

Sedihnya, Tris selalu berada di peringkat 20 ke bawah. Dia kalah sewaktu melawan Peter dan Molly. Bahkan teman-temannya, Al, Will, dan Christina sampai menyarankan Tris untuk menyerah saja. Menurut mereka, mungkin Tris bisa ngelobi ayahnya yang notabene petinggi kota supaya membuat Tris enggak jadi factionless. Tapi, Tris nggak nyerah gitu aja, dia tetap berusaha keras. Dan determinasi Tris ini menarik Four lebih dekat dengan Tris. Dari situlah tumbuh benih-benih asmara antara mereka berdua~

THE MOVIE ADAPTATION

Sebenernya cukup telat sih ya gue ngepost review buku pertamanya padahal buku keduanya aja udah difilmin wkwk. Tapi nggak papalah, siapa tau kalian yang di luar sana masih ada yang pengen lebih mengerti filmnya dengan membaca novelnya. Yuk cek trailernya bentar~

Woo bodinya Four masya Allah *salah fokus*

THE CAST

ProfileTris
Shailene Woodley as Tris Prior
Theo James as Four
Theo James as Four
Ansel Elgort as Caleb Prior
Ansel Elgort as Caleb Prior
Miles Teller as Peter
Miles Teller as Peter
Kate Winslet as Jeanine Matthew
Kate Winslet as Jeanine Matthew
Zoe Kravitz as Christina
Zöe Kravitz as Christina
Jai Courtney as Eric
Jai Courtney as Eric
Ben Lloyed-Hughes as Will
Ben Lloyed-Hughes as Will

Pendapat gue tentang filmnya nggak banyak dipengaruhi sama novelnya sih. Soalnya gue nonton filmnya dulu baru baca novelnya. Jadi, gue nganggep filmnya overall keren sih. Makanya ini mempengaruhi penilaian gue ke novelnya yang habis ini bakal gue bahas. Kalo bicara soal cast nya apakah sesuai dengan imajinasi pembaca novelnya, lagi-lagi karena gue udah terlanjur liat filmnya dulu jadi portrait tokoh-tokohnya di otak gue ya para cast di filmnya.

Dan kalau bicara soal jalan cerita, menurut gue nggak banyak detil penting yang dihilangkan. Hal-hal yang cukup signifikan masuk semua di filmnya. Cuman ada beberapa cast yang ada di novel malah nggak ada di filmnya, kaya Uriah, Marlene, dan Lynn. Mereka adalah peserta inisiasi asli Dauntless. Meskipun di novel pertamanya pun peran mereka nggak terlalu diekspos sama Roth.

THE GOOD AND THE BAD

Sebelumnya gue ingetin lagi, penilaian gue atas novel ini sedikit banyak terpengaruh dengan filmnya. Jadi selama baca novel ini, gue kadang nggak fokus juga ngikutin jalan ceritanya karena gue udah cukup paham garis besar alurnya. Kalau dari segi ide cerita, menurutku Roth ini nggak terlalu membawa ide yang fresh buat genre dystopia. Membagi dunia menjadi beberapa faksi ini sedikit mirip dengan ide distriknya The Hunger Games. Dan latar belakang masa depan yang seperti itu sedikit mirip dengan latar belakang The Maze Runner yakni ada kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Meskipun eksekusi dari setiap series pastinya berbeda-beda.

Hal yang paling gue soroti adalah cover dan bahan kertasnya. Gue sebel banget karena dapet novel ini yang covernya movie tie-in. Mana kertasnya burem lagi. Huffttt *mendesah* *abaikan* Dan karena yang cover lama udah nggak diterbitin lagi, gue pun berusaha keras nyari yang cover lama, second pun gue mau. Tapi kaga ada juga. Plis deh siapa aja yang baca review gue ini dan berkenan menjualnya pasti gue beli! Tapi jangan matok harga yang mahal-mahal ya, kalo bisa didiskon aja *whink*

Kalo soal kedalaman karakter, Tris dan Four dalam Divergent ini belom terlalu dapet ya feel-nya. Romance mereka entah kenapa nggak kerasa segreget Clary dan Jace yang desperately wanting each other. Ya tapi gue nggak berharap semua kisah cinta se-desperate itu ya. Selain itu, karakter Tris sebagai heroin (pahlawan cewek) belum terlalu membuat gue terkesan. Fakta bahwa Tris adalah seorang Divergent tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan ke jalan cerita. Ya emang sih, dia itu Divergent. And then what? Is it supposed to make her a hero? Lagian Divergent nggak cuma Tris doang kok.

Yaudah gitu aja sih sesi sinisnya. Poin bagus dari novel ini adalah novel Divergent mengajarkan untuk pantang menyerah, kasih sayang keluarga, dan persahabatan. Selain itu, novel ini juga ngajarin gimana cara efektif pedekate sama atasan atau kakak tingkat *abaikan* Pada akhirnya novel Divergent ini adalah just another Dystopian novel.

Penasaran gimana kelanjutan perjalanan Tris sebagai Divergent? Yuk beli di sini.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: