Insurgent by Veronica Roth


Insurgent by Veronica Roth
Insurgent by Veronica Roth

RATING

✮✮ Story Line

✮✮ Plot twist

Cover and interface

Comfort reading

Average

3,25 STARS

(3,25 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: Insurgent

Penulis: Veronica Roth

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun terbit: Cetakan IX, Agustus 2014

ISBN: 978-979-433-737-0

Jumlah halaman: 551

Hello everyone! Setelah pada kesempatan sebelumnya janji ke temen gue buat nge-review novel Indonesia udah berhasil gue tepatin, sekarang balik lagi ke novel terjemahan yak. Di lemari gue udah ada beberapa novel yang udah gue baca dan menanti buat gue review di sini. Nah, kali ini adalah giliran buku kedua Divergent Series karya Veronica Roth. Please welcome, Insurgent!

ESCAPE, ESCAPE, ESCAPE

Simulasi penyerangan menggunakan serum yang ditemukan oleh Jeanine Matthews, pemimpin Erudite, telah berhasil digagalkan oleh Tris. Kini, Tris dkk melarikan diri ke kompleks Amity untuk mendapat perlindungan. Pemimpin Amity, Johanna Reyes, memberikan kesempatan bagi mereka untuk tinggal. Dengan satu syarat, jangan menimbulkan konflik. Namun, syarat ini dilanggar oleh Tris yang terlibat dalam perkelahian dengan Peter. Emang mereka berdua ini kaga bisa rukun keknya. Perkelahian ini kemudian membuat Johanna memberikan batasan waktu bagi Tris dkk.

Belom sampe batasan waktu itu habis, Tris dkk udah kepaksa pergi. Kenapa? Karena tiba-tiba pasukan Dauntless yang berkomplot dengan Erudite dateng ke kompleks Amity. Mereka bertujuan mencari Tris, Four, Caleb, dan lainnya. Tris dkk mencoba menyamar seolah-olah mereka bagian dari faksi Amity. Namun, penyamaran mereka gagal ketika seorang wanita Erudite hampir membuka kerah pakaian Four untuk melihat tato Dauntless-nya. Alhasil, perkelahian pun dimulai~

Hanya Tris, Four, Caleb, Susan—dan kemungkinan Marcus—yang berhasil lolos. Peter masih tertinggal di kompleks Amity. Duh kasian wqwq~ Mereka berempat pun naik kereta yang kebetulan ditumpangi orang-orang factionless. Setelah beberapa kali tawar menawar akhirnya Four terpaksa memberitahukan identitas aslinya, Tobias Eaton, kepada para factionless.  Pada akhirnya, para factionless setuju membawa mereka ke kota. Tepatnya ke markas para factionless.

FORMING ALLIANCE

Nggak ada yang nyangka ternyata factionless punya markas dan pemimpin sendiri. Dan yang paling bikin kaget itu pemimpin factionless adalah ibu Four sendiri, Evelyn Johnson. Padahal, dia udah meninggal—begitulah yang sempet dikira Four. Tapi ternyata dia memalsukan kematiannya demi lolos dari kejamnya sang suami, Marcus.

Kedatangan Four di markas factionless ini kemudian dimanfaatkan Evelyn untuk menjalin aliansi. Karena kenyataannya mereka mempunyai musuh bersama yakni Jeanine. Tujuan Evelyn adalah untuk merebut kekuasaan dari faksi Erudite. Ia ingin menciptakan masyarakat tanpa adanya faksi-faksi. Namun, sebelum menyetujui tawaran Evelyn, Tris-Four dan Caleb-Susan berpisah. Tris-Four menuju markas Candor untuk menemui Dauntless yang tidak berkomplot dengan Erudite, sedangkan Caleb-Susan kembali ke Abnegation.

Di Candor, Tris dan Four akhirnya bertemu dengan Uriah, Zeke, Christina, dll. Ini dia yang bikin Tris makin galau sewaktu ketemu Christina. Di buku pertama, dia terpaksa membunuh Will, pacar Christina, karena waktu itu Will dalam pengaruh serum. Dia nggak berani ngasih tau Christina karena khawatir bakal menyakiti temennya itu.

Datangnya Tris dan Four ke markas Candor ini juga dalam rangka mendapat dukungan buat melawan Jeanine. Selagi Tris dkk membentuk aliansi dengan faksi-faksi lain, Jeanine tetap terus melakukan perbaikan buat serumnya. Dia bahkan memberikan ancaman-ancaman yang memaksa Tris untuk menyerahkan diri. Pengkhianatan semakin memperburuk keadaan Tris. Belum lagi, traumanya terhadap senjata pistol akibat membunuh Will juga nggak membaik. Teka-teki tentang apa yang ada di luar pagar pembatas kota pun juga terungkap. Semuanya cuma ada di IN-SUR-GENT!

THE MOVIE ADAPTATION

Film Insurgent udah dirilis beberapa bulan yang lalu nih gaes. Tepatnya pada tanggal 20 Maret 2015. Udah pada nonton? Buat yang belom yuk nonton trailernya dulu. Buat yang udah dan masih pengen nonton trailernya, monggo klik video di bawah ini~

ADDED CAST

Johanna
Octavia Spencer as Johanna Reyes
Daniel Dae Kim as Jack Kang (Candor's Leader)
Daniel Dae Kim as Jack Kang (Candor’s Leader)
tumblr_n70omuolcL1rqj38xo4_1280
Keiynan Lonsdale as Uriah
Naomi Watts as Evelyn Johnson
Naomi Watts as Evelyn Johnson
Suki Waterhouse as Marlene
Suki Waterhouse as Marlene
Rosa Salazar as Lynn
Rosa Salazar as Lynn
Emjay Anthony as Hector
Emjay Anthony as Hector

Beberapa cast yang harusnya udah ada di film pertama baru dimasukkin di film kedua. Seperti Uriah, Lynn, Hector, dan Marlene. Jadi kesannya agak aneh sih kalo mereka tiba-tiba ada. Yang paling kerasa sih si Uriah. Dia kan cukup sering nongol di buku pertama. Tapi ya.. yaudah deh~

Film kedua ini nggak terlalu banyak mengikuti bukunya ya. Makanya trailer keluar aja udah pada protes. Kok nggak sama kaya buku sih. Ih, gue kecewa berat. Fix! gue nggak bakal nonton! Dan sumpah serapah lainnya. Tapi bahkan bagi gue yang biasanya sensitif banget sama perbedaan buku dan film, gue sangat menikmati selama nonton Insurgent. Bahkan gue nonton ampe dua kali dan di bioskop semua. Entah karena gue kebanyakan duit ape gimana B) hahaha

Perbedaan yang kentara adalah ketakutan Tris sewaktu memegang pistol di bukunya sangat ditekankan sedangkan di filmnya seolah kaya ga ada apa-apa. Meskipun trauma membunuh Will menghantui dia juga di film. Selain itu, video tentang pesan dari leluhur bentuknya berbeda antara buku dengan film. Di buku kalo nggak salah dalam bentuk harddisk, sedangkan di film dalam bentuk boks yang cuma bisa dibuka sama Divergent.

Meskipun berbeda, gue rasa film kedua ini lebih intens di action-nya dan nggak ngebosenin juga. Dari satu scene ke scene selanjutnya selalu ada adegan yang menarik sih. Berbeda dengan film pertama yang kebanyakan hanya berkutat pada inisiasi Dauntless. Jadi kurang menegangkan gitu deh :3

Oiya, Allegiant kabarnya bakal dibikin dua part, kaya The Hunger Games. Nggak kaget juga sih, wong mereka sama-sama dipegang production house yang sama ._. Gue tetep menunggu deh gimana kelanjutan filmnya. Semoga lebih baik dari Divergent maupun Insurgent!

THE GOOD AND THE BAD

Gue mulai dari depan ya. Dari cover dan interface, Insurgent jauh, jauh, jauh lebih unggul ketimbang Divergent maupun Allegiant. Lambang pepohonan ini menunjukan lambang Amity. Pas sih karena novel ini emang cukup banyak menunjukkan kontribusi faksi Amity melalui Johanna Reyes. Dari segi kertas pun gue heran kenapa bisa dia nggak buram sendiri. Padahal Divergent dan Allegiant pake kertas buram. Makanya gue kasih tiga bintang karena gue merasa nyaman sewaktu membaca novel ini.

Dari judulnya, kata “Insurgent” ini cuma muncul sekali doang sih, di akhir-akhir. Sewaktu percakapan antara Fernando, seorang Erudite, kepada Tris. Beirkut ini percakapannya.

“Insurgent,” katanya. “Kata benda. Orang yang bertindak sebagai oposisi terhadap otoritas yang mapan, yang tidak selalu dianggap sebagai orang yang suka berperang.”

Jadi intinya kata “Insurgent” itu artinya pemberontak. Sesuai dengan Tris yang di buku ini mencoba menggulingkan kekuasaan Jeanine Matthews. Jadi.. lumayan pas sih ya judul sama inti ceritanya.

Lalu dari segi story line, Insurgent ini lebih dominan di romance-nya menurut gue. Beberapa kali ada adegan Tris dan Four making out. Jadi dystopia-nya kurang keliatan. Meskipun begitu, menurut gue Insurgent ini lebih luas. Lebih mengeksplor faksi-faksi lain kaya Candor dan Amity yang sama sekali nggak dibahas sama Roth di buku pertama. Jadi gue nggak sekedar ngawang-ngawang tentang faksi lain. Oh, Amity kerjaannya jadi tukang kebon. Oh, Candor kerjaannya kepoin orang. Udah gitu aja.

Dari segi karakternya, sisi emosional Tris di buku ini kerasa banget ya. Dia beberapa kali galau sendiri kalo mikirin momen ketika dia ngebunuh Will. Galau mau ngasih tau Tobias sama Christina enggak. Galau pas mau megang pistol. Saking dalemnya Roth menunjukkan sisi emosional Tris, lama-lama gue jadi sebel juga -_-

Nggak cuma Tris, ada perubahan sikap dari Tobias rupanya. Dia awalnya kalem, cool, sulit disentuh, di buku kedua ini dia jadi lebih agresif, galak, suka bentak. Gue nggak bisa nyebut ini poin plus apa minus. Di satu sisi, perubahan Tobias ini mungkin karena he let Tris in. Dia jadi lebih fleksibel. Di sisi lain, perubahan Tobias ini kadang nyebelin juga. Why you not chill, dude?

Satu lagi yang gue sayangkan dari Insurgent adalah kenapa factionless di sini mirip dengan Distrik 13-nya The Hunger Games? Mereka dilupakan tapi diam-diam punya senjata. Diam-diam punya maksud untuk menggulingkan pemerintahan. Dan mereka tiba-tiba muncul dan membuat kejutan. That. Exactly. Looks. Alike. Dude.

Finally, gue cukup puas dengan buku kedua. Gimana dengan kalian? Yuk tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Buat yang mau beli, klik di sini.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: