The Scorch Trials by James Dashner


The Scorch Trials by James Dashner
The Scorch Trials by James Dashner

RATING

✮✮ Story Line

Plot twist

✮✮ Cover and interface

✮✮ Comfort reading

Average

2,5 stars(2.5 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: The Scorch Trials (The Maze Runner #2)

Penulis: James Dashner

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun terbit: September 2014

ISBN: 978-979-433-850-6

Jumlah halaman: 452

Meskipun The Maze Runner cuma gue kasih 3 bintang, yang mana artinya lumayan, buku pertama karya James Dashner itu udah cukup sukses bikin gue penasaran dengan kelanjutannya. Nah, akhirnya gue memutuskan untuk beli buku keduanya yang berjudul The Scorch Trials. Agak susah ye nyebutnya. Maklum lidah orang Jawa.

Oke, this is it! Enjoy my review!

DOWN TO THE SCORCH

Setelah berhasil keluar dari Maze, Thomas dkk diangkut oleh beberapa orang bersenjata dengan menggunakan helikopter. Mereka dibawa ke sebuah wisma untuk beristirahat. Dalam perjalanan darat menuju ke wisma, mereka diangkut dengan bus. Selama perjalanan itu, mereka melihat bahwa dunia di luar Maze ternyata tidak seindah bayangan mereka. Banyak manusia-manusia yang bertingkah dan berwujud nggak normal berkeliaran di jalan-jalan. Bahkan yang bikin kaget adalah bus yang ditumpangi Thomas dkk dengan teganya melindas seorang wanita yang sempet mengajak bicara Thomas.

Salah satu kelompok orang bersenjata tadi menjelaskan kalo manusia-manusia itu mengidap penyakit Flare. Penyakit ini karena peristiwa meledaknya matahari *kalo nggak salah*. Nah, penyakit flare itu menyerang otak yang menyebabkan kegilaan. Orang-orang yang mengidap penyakit ini biasa disebut “Crank”. Kalo di penyakit-penyakit lainnya punya tingkat keparahan paling tinggi stadium IV, penyakit Flare paling parah itu tahap “Gone”. Pada tahap ini ya otak manusia udah nggak beres, udah gila total. Bahkan mereka makan daging manusia. Ya semacem zombie gitu lah.

Sesampainya di wisma, Thomas dkk akhirnya beristirahat. Namun, esoknya Thomas kehilangan Teresa. Mereka pun kehilangan kemampuan telepati. Hilangnya Teresa justru membuat Thomas bertemu dengan anak lain. Namanya Aris. Dia mengungkapkan fakta yang mengejutkan kalo ada Grup B. Artinya, ada maze lain. Di grup B ini isinya cewek semua, kebalikan dari Grup A. Dan Aris perannya mirip-mirip kaya Teresa di Grup A, sebagai pamungkas.

Hal mengejutkan lainnya terjadi lagi. Kelompok bersenjata yang menyelamatkan Thomas tadi tiba-tiba ditemukan menggantung di langit-langit. Dan mereka mati. Siapa yang melakukannya? Is it the cranks? No one knows. Nah, setelah itu mereka justru ketemu dengan seorang laki-laki dengan muka seperti musang. Thomas dkk kemudian memanggilnya “Tikus Botak” a.k.a Rat-Man. Dialah yang memberi tahu para Glader untuk pergi ke Scorch untuk melakukan percobaan lagi yang disiapkan oleh WICKED.

Thomas dkk pun mau nggak mau pergi. Setelah perjalanan yang melelahkan mereka pun nyampe ke tempat yang disebut dengan Scorch itu. Dan ternyata Scorch adalah tempat yang sangat panas dan bak padang pasir. Bangunan-bangunan rusak dan Crank bisa sewaktu-waktu muncul. Sebenernya apa sih niat WICKED dengan membuat percobaan kedua? Dan kenapa Teresa menghilang? Pengkhianatan dan kebohongan terus-terusan berada di dekat Thomas di buku kedua The Maze Runner Series ini. So, tunggu apa lagi?

THE MOVIE ADAPTATION

18 SEPTEMBER 2015 SAUDARA-SAUDARA!!! THE SCORCH TRIALS MOVIE BAKAL TAYANG DI BIOSKOP KESAYANGAN ANDA!!

Hmm gue nggak sabar menunggu September. Sejak trailernya muncul, gue nggak bosen ngelihatnya berulang-ulang. Jadi, udah pada liat trailernya belom? Kalo belom, check this out!

ADDED CAST

Jacob Lofland as Aris
Jacob Lofland as Aris
Adian Gillen as Janson (Rat-Man)
Adian Gillen as Janson (Rat-Man)
Rosa Salazar as Brenda
Rosa Salazar as Brenda
Giancarlo Esposito as Jorge
Giancarlo Esposito as Jorge

I don’t know what to expect in this second installment. Dari trailer yang gue lihat kok ada adegan-adegan yang berasal dari buku ketiga ya? Mungkin niat sutradaranya mau gabungin buku kedua dan sedikit dari buku ketiga. Kalo buat gue sih oke-oke aja selama dibikin lebih seru dan actionnya lebih banyak. Dan yang gue penasaran, kenapa di trailer Teresa ada terus sama Glader lainnya ya? Padahal di bukunya Teresa menghilang dan baru muncul di akhir-akhir buku. Hmm mungkin biar proporsi pemeran utamanya seimbang kali ya. Mubazir dong bayar aktris mahal-mahal ujung-ujungnya cuma dapet peran dikit.

Untuk karakter-karakter tambahan, yang paling pas menurutku adalah Aiden Gillen yang jadi Tikus Botak. Bentuk mukanya emang kaya tikus *ampun bang Aiden*. Apalagi plus kumisnya yang makin membuatnya mirip hahaha. Yang kedua, Giancario Esposito ini cocok lah jadi Jorge. Mukanya ala-ala orang Amerika Latin apa Spanyol ya, pokoknya yang pake bahasa Spanyol lah. Trus Aris diperankan oleh Jacob Lofland yang bisa dibilang cukup sesuai dengan yang gue bayangkan. Tapi yang paling heran adalah Rosa Salazar yang meranin Brenda. Gue nggak pernah bayangin Brenda bakalan berambut pendek. Seinget gue di bukunya, James Dashner menyebutkan rambutnya Brenda panjang dan coklat. Gue mengira itu karena rambut habis meranin Lynn di Insurgent kali ya. Tapi kan mereka bisa make-in wig atau semacemnya buat Brenda. Heuheu 😦

Yaudah deh, daripada menerka-nerka hal yang nggak jelas. Mending kita nunggu dengan sabar sampai film ini tayang. Kalo udah tayang dan nggak punya duit ke bioskop ya masih harus sabar nunggu Blu-Ray nya keluar di gan**l ya. Hmm 🙂

THE GOOD AND THE BAD

Oke, sekarang waktunya mengorek-ngorek kekurangan dan kelebihan dari buku ini. Sepertinya gue bakal lebih banyak mengeluh-kesahkan minus-minusnya nih. Buat fans serial ini harus sabar yak 🙂

Pertama, gue mau menggarisbawahi karakter Thomas di sini. Entah kenapa gue merasa tokoh Thomas ini kok rapuh banget ya jadi cowok. Kalo bahasanya temen gue “aleman” wkwk. Dan sebagai tokoh pahlawan di sini, seharusnya Thomas lebih strong menghadapi apapun yang terjadi. Justru yang strong di sini malah Minho dan Newt.

Kedua, buku ini terlalu banyak filler alias flash back. Dan filler itu dimulai dengan Thomas ketiduran atau pingsan. Dan bayangkan dari 441 halaman buku ini, udah berapa kali gue membaca kalimat “Thomas pun tertidur” lalu “Segalanya menjadi gelap” dan kalimat-kalimat senada lainnya. Hal ini seolah-olah menunjukkan kalo James Dashner bingung mau ngasih kalimat penutup seperti apa. Jadi mungkin di pikiran beliau, “yaudah deh, bikin Thomas semaput aja biar gampang”. Gitu.

Ketiga, judulnya aja The Scorch Trials jadi pasti setting utamanya di Scorch. Pas sih, tapi entah kenapa gue merasa bosen selama mengikut perjalanan Thomas dkk di Scorch. Mungkin emang there is nothing special happening di tempat di mana cuma ada pasir-pasir yang bikin kelilipan. I don’t know. Kecuali ada makhluk-makhluk sejenis zombie yang berkeliaran nyari kepala buat dimakan. Tapi sebagai penulis yang baik harusnya sih bisa membuat pembacanya nggak bosen *sok atuh kaya bisa nulis aja* *abaikan*

Kalo dibandingkan dengan buku pertama, buku kedua ini boring as hell. Kalo di TMR itu gue semangat mau nyelesaiin karena gue punya pertanyaan-pertanyaan yang menghantui gue. Seperti, gimana sih cara kerja Maze, siapa sih dalangnya, dan gimana para Glader memecahkan Maze dan berhasil keluar dari sana? Tapi di TST gue nggak penasaran sama sekali. Cuma ada satu pertanyaan yang ada di kepala gue, “kapan buku ini selesai?”

Tapi poin plus buat penerbit Indonesia, Mizan Fantasi, yang membuat sampulnya terlihat menawan. Kerasa hawa-hawa dan desir pasir di padang tandus *lalu nyanyi*. Meskipun sekilas melihatnya, gue kira bayangan orang-orang di sampul itu adalah kelompok bersenjata yang nyelametin Thomas dkk. Tapi setelah dilihat baik-baik, gue rasa itu Thomas dkk yang mencoba melewati desir pasir di padang tandus *nyanyi lagi*

Satu-satunya kesuksesan James Dashner dari buku ini adalah dia berhasil membuat gue nggak suka dan bingung sama Teresa. Kenapa? Cari tau sendiri ya. Mungkin lo juga bakal merasakan seperti yang aku rasakan #halah

Oke, sampe situ aja ya nge-reviewnya. Barangkali fans serial ini mau protes silakan menyampaikannya di kolom komentar. Different opinion is beautiful, my darling 😉

To purchase this book, click here.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: