The Death Cure by James Dashner


The Death Cure by James Dashner
The Death Cure by James Dashner

RATING

Story Line

Plot twist

✮✮✮ Cover and interface

Comfort reading

Average

2,25 STARS

(2.25 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: The Death Cure (The Maze Runner #3)

Penulis: James Dashner

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun terbit: Januari 2015 (Cetakan 5)

ISBN: 978-979-433-849-0

Jumlah halaman: 438

Fyuh. Akhirnya satu trilogi lagi yang berhasil gue selesaiin. Kali ini trilogi karya James Dashner, The Maze Runner. The Death Cure datang sebagai pamungkas trilogi yang dua bukunya udah diangkat ke layar lebar ini.

Well, langsung aja yuk ngebahas gimana kelanjutan serial ini!

FIND THE DAMN CURE, BABY

Di setiap cerita yang punya plot utama “wabah penyakit”, pasti ujung-ujungnya adalah si tokoh utama nyari penawar alias the cure. Nah, The Death Cure (TDC) ini juga kaya gitu. Thomas dkk mau nggak mau harus pontang-panting menemukan penyembuh wabah Flare yang udah semakin meluas.

Di awal buku ini, Thomas diceritakan udah ada di WICKED. Dia ditawari oleh si Tikus Botak (Rat Man) untuk menyerahkan diri kepada WICKED dan mengembalikan ingatan yang udah diambil. Menurut Tikus Botak, hal tersebut adalah salah satu cara untuk menemukan penawar Flare. Nggak cuma mengembalikan memori, WICKED juga mau ngambil chip pengontrol pikiran yang rupanya ditanamkan di otak para Glader. Tapi, risikonya adalah Thomas kehilangan kemampuan telepatinya sama Theresa.

Tapi karena udah beberapa kali dikhianati sama WICKED, Thomas dkk nggak mau ambil risiko diapa-apain lagi sama WICKED. Mereka pun kabur dari markas WICKED dengan bantuan Brenda dan Jorge. Tujuan mereka adalah ke Denver untuk menemui Hans, mantan karyawan WICKED yang bisa mengambil chip pengontrol pikiran. Di Denver jugalah mereka ketemu kawan lama yang dikira udah mati, Gally. Thomas dkk pun berkoalisi (?) sama Gally yang rupanya tergabung dengan komplotan anti WICKED bernama kelompok Tangan Kanan.

NEWT MY BABY IS SICK 😦

Nggak biasanya gue ngasih sub judul yang lebay begini. But my baby Newt is suffering, everyone 😦 And I can’t stand him being sick :”

Ketika Thomas dkk berada di markas WICKED, mereka disuguhi fakta siapa yang kebal dari Flare dan siapa yang tidak. Thomas, Minho, Theresa, dan beberapa Glader lain dinyatakan kebal. But.. Newt is not 😦

Why on earth James Dashner has to make Newt kena Flare :”

Maap jadi sendu begini. Di pertengahan cerita, Newt mulai mengalami mood swings. Dia suka marah-marah nggak jelas. Sewaktu pikirannya udah kembali waras, dia sempet ngasih sebuah kertas kepada Thomas yang baru boleh dibuka ketika waktunya tepat.

Sewaktu di Denver, yang mana kota yang berisi orang-orang kebal aja, Newt nggak ikut masuk. Dan dia ditinggal begitu aja di pesawatnya Jorge, huhu sedih kan 😦 Dan setelah Thomas dkk balik ke pesawat, Newt udah menghilang. Rupanya dia dibawa oleh sekumpulan orang yang tidak kebal ke suatu tempat khusus buat orang-orang yang mengidap Flare.

Trus gimana nasib Newt selanjutnya? Hmm gue nggak tega buat cerita :”

THE GOOD AND THE BAD

TDC gue kasih bintang yang lebih buruk dari TST. Dua koma dua lima. Lebih buruk dari TST. But really, novel ini juga nggak ada spesialnya. Kecuali kesedihan yang melanda gue ketika mengetahui fakta Newt sakit :”)

Hmm udah ya sedih sedihnya. TDC ini seolah-olah sebuah pemaksaan. Kenapa begitu? Buku terakhir bagi gue seharusnya memastikan akhir dari alur cerita yang udah dibangun oleh buku-buku sebelumnya. Tapi di TDC ini kita hanya dibuat menganga. Setelah menyelesaikan buku ini gue cuma bisa berpikir, “Lah, udah bang, gitu doang?”

*SPOILER ALERT*

Dashner seolah-olah gamau atau bingung memberikan penyelesaian buat cerita yang dia buat. I know, guys, I know that the end has not to be Thomas found the cure and the world is back to the way it used to be. Gue tau, ending nggak harus seheroik itu. Jatohnya malah seolah-olah nggak real.

Tapi… (maap sebelumnya harus spoiler, but I have to say this) menurut gue ending Thomas menemukan safe place dari hal-hal yang MASIH terjadi di dunia luar itu seolah-olah “pelarian”. Dan bagi gue itu pengecut banget. Membiarkan manusia di luar sana masih menderita, sedangkan dirinya enak-enak udah nemuin tempat yang aman. Tapi ini sekaligus menunjukkan realita kalo manusia itu egois. (kenapa gue jadi ceramah begini ya -_-)

Tapi serius deh, ending nya kurang memuaskan. Kurang meyakinkan. Pembaca seolah-olah digantung dengan ketidakpastian *halah*

Yang gue garis bawahi dari buku ini cuma endingnya aja sih. Soal alurnya tetep standar aja, nggak terlalu menegangkan. Apalagi itu tuh, kelompok Tangan Kanan. I don’t see any significant different from their existence.

Dan lagi, judulnya The Death Cure tapi menurut gue usaha menemukan penawarnya nggak terlalu menjadi fokus cerita. Justru usaha buat menghancurkan WICKED dan menghentikan percobaan merekalah yang jadi fokus di sini.

Dan entah kenapa I started to think how if WICKED is really good? Gimana jika cuma jiwa rebelious para Glader-lah yang menghambat ditemukannya penawar itu? Gimana jika WICKED bener-bener bisa nemuin penawarnya kalo Thomas dkk sekali saja mau mendengar? Yah, kalo gitu cerita keburu selesai~

Yaudah deh gitu aja bacotan dari gue. Positifnya, cuma ada di cover yang keliatan kewl. Keknya itu gedung WICKED yang dihancurin sama Thomas dkk. Well, good job again buat Mizan Fantasi. Selain cover, Nay.

Gimana menurut kalian? Barangkali kalian lebih puas sama buku ini ketimbang gue silakan mengutarakannya di kolom komentar di bawah ini!

To purchase this book, click here.

Advertisements

2 Comments

Add yours →

  1. Kalau seri yang ini, aku baru ngikutin dari filmnya aja (yg baru 2 seri itu). Pengen juga sih baca bukunya..

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: