Wuthering Heights by Emily Brönte


Wuthering Heights by Emil Bronte
Wuthering Heights by Emily Brönte

RATING

✮✮ Story Line

✮✮ Plot twist

Cover and interface

Comfort reading

Average

2,75 STARS

(2,75 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: Wuthering Heights

Penulis: Emily Brönte

Penerbit: Qanita

Tahun terbit: Desember 2014, Cetakan I (Edisi Kedua)

ISBN: 978-602-1637-64-7

Jumlah halaman: 584

Halo pembaca setia Rose’s Journal! Sekarang waktunya meresensi salah satu karya yang katanya maha dahsyat yang pernah tercipta di dunia ini! Katanya novel ini berhasil memporak-porandakan persepsi seseorang tentang manusia! Katanya novel ini novel tragis sepanjang masa! Katanya! Katanya! Katanya! (ini kenapa pake tanda pentung mulu yha)

Anyway, begitulah yang tertulis di cover depan maupun belakang dari novel berjudul Wuthering Heights versi penerbit Qanita. Bagi kalian yang anak-anak sastra atau yang suka baca novel-novel klasik, pasti nggak asing dengan novel ini. Wuthering Heights ini konon satu-satunya novel yang ditulis oleh Emily Brönte. Nah, masih merasa nggak asing sama nama belakang penulis ini? Mungkin kalian pernah denger novel Jane Eyre? Yup, penulisnya adalah Charlotte Brönte yang mana kakaknya si Emily.

Nah, jadi apakah yang testimoni-testimoni yang dibilang di cover depan dan belakang ini memang benar adanya? Yuk cus cek review di bawah ini!

THE MYSTERIOUS MANOR

Novel ini dimulai dengan kedatangan seorang pria bernama Mr. Lockwood yang bertandang ke Wuthering Heights—semacem manor atau kediaman. Lockwood ini datang dengan tujuan mau menemui si pemilik Wuthering Heights guna membeli rumah lain yang bernama Thruscross Grange. Nah, sewaktu Lockwood sampe ke Wuthering Heights, dia ngerasa ada hawa-hawa yang gelap dan suram. Ternyata rumah itu didiami cukup banyak orang dan mereka bersikap sangat nggak sopan.

Akhirnya, Lockwood ketemu sama si pemilik manor. Dia bernama Heathcliff. Pria itu aneh juga gelagatnya. Dan juga, dia agak kejam dan ga sopan kaya penghuni rumah lainnya. Bahkan meski di luar sedang ada badai salju, Lockwood yang ingin menginap saja nggak diperbolehkan. Cuma pada akhirnya, seorang perempuan yang tinggal di situ mencoba menawarkan satu kamar tanpa sepengetahuan Heathcliff. Sewaktu kepo-kepo buku-buku yang ada di situ, Lockwood malah ngeliat bayangan seorang perempuan yang meraih-raih jendela. Hiii~~~

Kira-kira siapa hantu cewek itu? Apa sundel bolong? wkwkw

EARNSHAW-LINTON-HEATHCLIFF

Nah siapa sih yang nggak penasaran dengan kediaman yang begitu misterius bahkan ada hantunya? Mungkin cuma mas Lockwood aja kali ya, gue sih enggak. Boro-boro nanya kenapa rumahnya aneh begitu, mending gue cepet cepet kabur. Tapi kalo si Lockwood nggak kepo, yha nggak ada cerita ini novel -_-

Jadi, setelah dia mendapatkan Thruscross Grange, dia bertemu pembantu yang ternyata paham dengan apa yang terjadi dengan Wuthering Heights. Dia ini dulunya pembantu di keluarga Earnshaw dan karena berbagai macam hal dia kemudian dipindah ke keluarga Linton yang dulunya pemilik Thruscross Grange. Nama pembantu ini adalah Elen Dean. Elen kemudian memulai cerita tentang sebenernya apa yang terjadi di antara dua keluarga, Earnshaw dan Linton.

Segalanya dimulai dengan kedatangan seorang anak gypsi yang dibawa oleh Mr. Earnshaw. Nah bapaknya ini ngasih nama si anak Heathcliff. Keluarganya yang terdiri dari Mrs. Earnshaw, Catherine Earnshaw, dan Hindley Earnshaw pada kaget kenapa bapaknya bawa anak pungutan, gypsi lagi *rasis banget yha*. Tapi yang paling menerima kedatangan Heathcliff dari ketiga orang itu cuma Catherine. Makanya, Catherine dan Heathcliff jadi sahabat baik.

Setelah meninggalnya Mr. Earnshaw, Heathcliff diperlakukan semena-mena terutama oleh Hindley Earnshaw. Sampe gedenya bahkan Heathcliff disuruh-suruh kaya pembantu. Tapi Cathy masih bersikap baik kepada Heathcliff. Cuman, everything has change dimulai ketika mereka main ke Thruscross Grange, rumah keluarga Linton. Cathy dan Heathcliff making pranks gitu lah ke anak-anak Linton. Akhirnya, Cathy dicokot anjingnya Linton dan malah dibawa masuk. Mr. dan Mrs. Linton merawat Cathy dan meninggalkan Heathcliff. Sampai akhirnya suami istri itu pengen merawat Cathy untuk beberapa bulan. Jadilah Heathcliff berada di neraka Wuthering Heights all alone.

Beberapa bulan kemudian Cathy kembali ke Wuthering Heights. Perasaannya tetap sama dengan Heathcliff. Tapi cowok itu sudah berubah wujudnya bener-bener kaya budak. Lusuh, kucel, kumel. Cathy kaget dan malah ngejek Heathcliff. Heathcliff yang sensitif jadi bete. Ditambah lagi, dia mencuri dengar obrolan malam antara Cathy dan Elen tentang dilamarnya Cathy oleh Edgar Linton. Mulai saat itu, Heathcliff menghilang entah kemana selama beberapa tahun.

Setelah Cathy menikah dengan Edgar, Heathcliff tidak disangka-sangka muncul lagi. And he has changed a lot! Lalu, apa motif kembalinya Heathcliff ke Wuthering Heights? Apa dia mau balas dendam? Atau dia mau merebut Cathy dari pelukan abang Edgar? Hayuk deh baca novel ini kalo penasaran~

THE MOVIE ADAPTATION

Jadi saudara-saudara, Wuthering Heights ini sudah diadaptasi ke dalam layar lebar sejak jaman bahula. Pertama kali adaptasinya ada di tahun 1939. Lalu diadaptasi lagi tahun 1970. Lanjut lagi 1992. Trus ada lagi 2009. Trus trus trus 2011.

page
Heathcliff mana yang menurutmu paling pas? Timothy Dalton (1970) vs Ralph Fiennes (1992)

Nah dari sekian banyak adaptasi itu, gue baru nonton yang 1970 dan 1992. Yang 1992 itu pun gue belum selesai nonton sampe sekarang. Entah karena males, bosen, atau apa yang jelas gue belom menemukan niat untuk melanjutkan. Tapi jujur aja dibanding yang 1970 itu jauh lebih akurat dan bagus yang 1992. Alasannya karena alurnya lebih sesuai dengan yang di novel dan bagian-bagian penting di novel lebih kerasa di sini. Oh iya, Mr. Lockwood juga ada di 1992, tapi ga ada di film yang 1970.

 

Selain soal alur, adaptasi yang 1990 juga memilih sesosok Heathcliff yang lebih pas dan Cathy-nya juga pas. Cuman gue merasa Timothy Dalton yang meranin Heathcliff di tahun 1970 itu lebih ganteng wqwq~

Oh iya, adaptasi WH tahun 2011 ini lebih unik. Yang jadi Heathcliff berkulit hitam. Padahal Heathcliff di novel orang gypsi yang mana setau gue hitamnya ga literally black. Cuman lebih gelap aja. Oke, kita hentikan pembicaraan rasis ini. Hm.

Overall, bagi kalian yang penasaran, monggo dicoba yang adaptasi tahun 1992.

THE GOOD AND THE BAD

Jadi, gue memutuskan membeli novel ini karena entah kenapa merasa familiar dengan judulnya. Dan juga covernya cukup mencekam tapi memesona (?) Ditambah kalimat-kalimat yang sangat “iklan” di cover bagian belakangnya wkwk. Meskipun gitu, gue tetep ada kekhawatiran kalo novel ini bakalan “berat” kaya novel-novel klasik lainnya. Tapi ternyata nggak juga saudara-saudara.

In fact, novel ini cukup mudah dimengerti. Meskipun memang kadang-kadang ada beberapa dialog dengan bahasa yang mungkin sudah tua huahahaha~ Tapi masih bisalah ya dipahami manusia lemot seperti saya.

Soal alur barangkali tidak setragis yang dibilang iklan di cover bagian belakangnya. Mungkin iya Heathcliff ini kasian banget hidupnya disia-siain Cathy. Ditinggal nikah lagi. Cuman gue pribadi kurang merasa kesedihan Heathcliff ini karena mungkin gaya penceritaannya dari orang lain, yaitu Elen Dean. Jadi selama membaca buku ini, ada dua narator atau sudut pandang, punya Elen dan kadang-kadang Lockwood.

Soal karakter, barangkali karakternya nggak like-able ya. Tokoh utamanya pada punya sisi gelap. Heathcliff kejam dan bengis, Cathy kadang-kadang manja dan angin-anginan. Bahkan Elen Dean sendiri kadang bisa kasar juga. Tapi ini justru mengamini iklan di cover belakang yang bilang novel ini memporak-porandakan persepsi tentang manusia. Mungkin, jaman dulu itu sisi gelap manusia itu kurang terekspos gitu. Makanya waktu terbit, novel ini sempat kontroversial juga. Bandingkan dengan sekarang, sifat jahat malah jadi hal yang menjual. *gue ngomong apa*

*HABIS INI SPOILER*

Sebetulnya gue sempet merasa aneh sih ketika di tengah-tengah novel si Cathy malah mati. Lah, separuh sisanya mau cerita apa buk? Ternyata oh ternyata, lanjutannya bercerita tentang turun menurunnya balas dendam Heathcliff kepada keluarga Cathy yang tersisa.

*OKE SPOILER SELESAI*

Oke karena gue kehabisan pikiran mau nge-review apalagi, jadi gue sudahi saja review kali ini. Kalau kalian suka novel dengan latar Inggris klasik, maka bisa jadi kalian suka baca Wuthering Heights. Gue sendiri cukup menikmati baca novel ini walopun tersendat-sendat akibat kebosanan.

To purchase the book, click here.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: