Ayah by Andrea Hirata


Ayah by Andrea Hirata
Ayah by Andrea Hirata

RATING

✮✮✮ Story Line

✮✮✮ Plot twist

Cover and interface

✮✮✮✮ Comfort reading

Average

4 stars

(4 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: Ayah

Penulis: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun terbit: Mei 2015, Cetakan Kedua

ISBN: 978-602-291-102-9

Jumlah halaman: 432

Terakhir kali gue baca novel Andrea Hirata itu sewaktu SMP. Waktu itu gue baca yang Sang Pemimpi. Dan novel itu menjadi satu-satunya novelnya Andrea Hirata yang gue baca. Sampai akhirnya ada peluncuran sekaligus diskusi buku nya Andrea Hirata di kampus gue. Hanya berbekal pengetahuan judul bukunya doang tanpa tahu ceritanya apa, gue langsung meluncur ke lokasi. Akhirnya, gue bertemu secara langsung dengan penulis populernya Indonesia! Ya gue ga ngefans-ngefans amat ya. Tapi mayan lah, bisa ketemu penulis hitz~

Nah jadi hanya karena alasan itulah gue sok-sokan beli bukunya yang berjudul ‘Ayah’ itu. Padahal gue nggak terlalu suka baca novel-novel Indonesia waktu itu. Tapi ya sudah karena lumayan kan kalo beli buku trus dapet tanda tangan langsung dari penulisnya. Jadi terbelilah buku jahanam yang menguras dompet gue itu.

SABARI ANAK PENYABAR

Sekilas sub judulnya kedengaran kaya judul sinetron hidayah gitu ya. Yang ceritanya seorang anak dianiaya ibu tirinya tapi tetap tabah. Huhu cedih sekali. Tapi memang Sabari ini tokoh yang suka “dianiaya” tapi tetep sabar. Yang jadi perbedaan dari sinetron hidayah itu, yang menganiaya Sabari ini malah cinta pertamanya.

Jadi, Sabari ini digambarkan sebagai anak laki-laki yang tampangnya *honmaaf* sangat tidak enak dilihat. Suatu hari, dia mengikuti ujian masuk sekolah. Di sana ada seorang cewek yang dengan semena-menanya merebut kerjaan Sabari dan menconteknya. Eh tak disangka-sangka, cewek itu cantiknya luar biasa. Sampai Sabari rela kerjaannya dicontek habis-habisan. Wajah cewek itu tidak pernah dilupakan Sabari. Dan dari kejadian sederhana itulah, Sabari mulai meniti hari demi harinya untuk mencintai si cewek, Marlena namanya.

Sabari mulai mendekati Lena dengan berbagai cara. Mulai dari mengirim puisi-puisi dahsyatnya ke mading sekolah sampai nyanyi di radio buat Lena. Semuanya dilakukan demi Lena. Tapi sayang, Lena tidak membalas cinta Sabari. Bahkan Lena sudah sering membuat hati Sabari sakit. Tapi memang, Sabari itu anak penyabar. Jadi dia tetap cinta kepada Lena. Duh, so sweet sekali.

AMIRU SI ANAK AYAH

Amiru adalah anak yang baik dan penurut. Dia tinggal bersama sang ayah yang sangat mencintai radio bututnya. Jadi setiap hari, mereka mendengarkan radio itu dengan saksama. Kalo radionya agak rewel, sang ayah bakal sok-sokan memperbaikinya tanpa paham dia sebenernya ngapain. Nah, suatu hari radionya bener-bener rusak. Padahal ada siaran tentang Lady Diana favorit ayahnya. Amiru mencoba datang ke tempat reparasi milik tetangganya. Mau belajar ilmu radio katanya.

Tapi karena kebetulan ibu Amiru juga sedang sakit, radio butut itu akhirnya digadaikan. Amiru yang kebiasaannya mendengarkan sang ayah memutar-mutar tuning  radio setiap malam, kini sedih karena kebiasaan itu hilang. Dia pun mencoba mencari pekerjaan untuk menebus uang gadai itu dan mendapat radio ayahnya kembali. Namun, karena dia masih kecil dan masih sekolah, banyak orang yang menolak dia sebagai pekerja. Akhirnya, seperti jatuh dari surga, ada pengumuman lomba balap sepeda. Maka, ikutlah dia dalam lomba itu dengan harapan membumbung tinggi untuk mendapatkan kembali radio dan membayar pengobatan sang ibunda.

THE GOOD AND THE BAD

Membaca Ayah ini awalnya membuat gue berpikir jangan-jangan ini antologi cerpen. Soalnya, di setiap bab, tokohnya berbeda. Kadang Sabari lalu Amiru lalu Sabari lalu Sabari lagi. Tapi ternyata, kedua tokoh ini saling berhubungan. Dan… gue baru sadar kalo novel ini berdasarkan kisah nyata.

*SPOILER ALERT*

Jadi, cerita di novel ini hasil tuturan Amiru kepada Andrea Hirata. Sabari adalah ayah Amiru. Jadi cerita cinta Marlena – Sabari adalah kisah nyata beneran. Dan yap, Marlena adalah ibu Amiru.

*UDAH SPOILERNYA GITU AJA*

Menurut gue, novel ini cocok bagi yang suka cerita yang heart-warming gitu deh. Emang ga bikin nangis berember-ember sih tapi cukup lah bikin pengen meneteskan air mata haru *halah*. Membaca buku ini membuat lo membayangkan betapa kuatnya ikatan ayah dengan anaknya. Jadi inget bapak gue :”

Yang keren adalah, Andrea menceritakannya dengan gaya khas Melayu. Jadi lo bakal sering menemui kata-kata dan logat yang Melayu banget. Plus, lelucon-lelucon yang bikin lo ga bakal bosen mengikuti cerita Sabari dan Amiru.

Sebetulnya ide cerita novel ini sederhana banget lho kalo dipikir-pikir. Itu semua bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Tapi Andrea dengan cerdiknya menyulap cerita sehari-hari itu menjadi kisah yang patut dan enak dibaca. Four star lah buat bang Andrea!

Gue sangat merekomendasikan buku ini buat dibaca. Jadi tunggu apa lagi? Cus pinjem punya temen lo atau beli disini.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: