Prodigy by Marie Lu


RATING

✮✮✮ Story Line

✮✮ Plot twist

✮✮ Cover and interface

✮✮ Comfort reading

Average

3 star

(3 stars out of 5)


BRIEF INFORMATION

Judul: Prodigy

Penulis: Marie Lu

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun terbit: Oktober 2013

ISBN: 978-979-433-806-3

Jumlah halaman: 468

Hello there! It’s been awhile since terakhir kali aku mengumumkan perubahan nama blog ini menjadi lebih profesional wkwk. Well, terakhir kali reviewnya adalah novel Legend oleh Marie Lu yang jadi pembuka dari triloginya. Nah, sekarang aku bakal review novel keduanya yang berjudul Prodigy. Baca sampe selesai ya!

BECOME PATRIOT

Setelah June berhasil menyelamatkan Day dari eksekusi matinya, mereka melarikan diri ke Las Vegas. Mereka mencoba menuju ke tempat persembunyian kelompok Patriot yang selama ini anti-Republik. June yang awalnya loyalis Republik kini harus mencoba mempercayai kelompok itu karena merekalah satu-satunya pertolongan untuk kaki Day yang tertembak.

Sesampainya di sana, mereka kembali bertemu teman Day di jalanan, Tess, yang sekarang gabung di Patriot. Pemimpin Patriot, Razor, mau mengabulkan permintaan untuk menyembuhkan kaki Day dengan satu syarat: membantu Patriot menyulut pemberontakan rakyat Republik. June mau aja menerima syarat itu asalkan Day bisa disembuhkan. Uwuwuwuw apa sih yang enggak buat Day ~

ANDEN, THE NEW ELECTOR

Elector yang otoriter sekarang udah meninggal. Kini, anaknya bernama Anden menjadi penerus rezimnya. Patriot punya rencana yang melibatkan June dan Day untuk membunuh Elector yang baru ini. Cara pertamanya adalah dengan mengirimkan June ke semacem istana negaranya Republik dan mencoba mengambil kepercayaan Elector.

Setelah bertemu sang Elector, June ngerasa Anden nggak sekejam bapaknya. Dia bahkan pengen mendengarkan keluh kesah rakyatnya dan mencoba memperbaiki imej buruk yang bapaknya bentuk. June pengen ngomong ini ke Day tapi dia khawatir kalo cowoknya itu mikir bahwa ketertarikan Anden padanya membuat June lengah. Soalnya si Elector ini sebelumnya pernah ketemu sama June dan kaya having crush on her gitu lah.

Nah apakah rencana pemberontakan Patriot ini berhasil? Apakah Anden bakalan bener-bener terbunuh? Apakah ada cinta segitiga di antara kita? Heuheu yawdahlah cus cek buku ini yha.

THE GOOD AND THE BAD

Mari kita bahas yang jelek-jelek dulu yha. Pertama, jujur agak sebel juga dengan tokoh Tess di buku kedua ini. In the first book, she’s a really cooperative girl and in this book she’s completely a butthurt-remaja labil. Dia mulai suka sama Day dan constantly jealous ketika Day lagi sama June atau ketika Day lagi ngomongin June. Namanya juga remaja tanggung yang sedang labil kali yha. Huft.

Kedua, kadang Day juga agak labil juga sewaktu tau June lebih percaya sama Anden. Oke ini masih bisa dipahami sih yha, every guy would be like that if his girl trusts another guy more than him. Entah kenapa jadi lebih suka June sama Anden aja. #TeamAnden angkat tangan! 🙌

Yang ketiga, kertasnya buram. Meskipun sekarang aku mulai get used to sama jenis kertas  ini, tapi tetep aja nggak enak baca novel dengan kertas sesuram ini.

But now turn to the good side, covernya much much better than the first book!  Ilustrasi June-nya juga lebih “June”. Dengan muka cewek tangguh dan pose ala-ala habis mecahin kaca gitu. Aku pribadi merasa ini penggambaran June yang paling tepat karena menurutku June ini tipe cewek yang nggak mudah menunjukkan emosinya makanya dia punya muka-muka dengan ekspresi datar gitu wkwk. June bukan cewek berparas ala-ala cewek cuek gitu, kaya yang digambarin di cover buku pertamanya. Dia nggak cuek, dia cuma nggak ekspresif wkwk.

Poin selanjutnya ini antara bagus dan enggak sih. Ini soal pengaruh sosok Day di mata rakyat Republik. Sisi baiknya, hal ini menunjukkan betapa powerful-nya Day dalam menggerakkan pemberontakan. Sisi buruknya adalah aku merasa apa yang Day lakukan belum sampai bisa membuatnya menjadi penggerak pemberontakan yang revolusioner.

I mean yes he suffered much, kehilangan sebagian besar keluarganya plus adeknya yang dijadikan percobaan oleh Republik itu lebih dari cukup untuknya memperjuangkan pemberontakan. Tapi di sisi lain, Day udah banyak dikenal rakyat Republik sebagai penjahat kelas kakap dan menurutku agak susah juga mengubah pandangan banyak orang. Tapi di buku ini, everyone happens to cheer on Day in just like.. one second? Ini kaya cuma menunjukkan kalo Republik itu negara yang rapuh, rakyatnya mudah terombang-ambing *halah* dan mudah tersulut pemberontakan oleh seorang anak laki-laki YANG BARU berusia 15 tahun.

Entahlah ya, mungkin aku kurang banyak tau soal opini publik. Salahnya sih nggak ngambil mata kuliah ini wkwk. Mungkin seseorang yang membaca ini bisa memberi pencerahan hahaha

Oke that’s it for now, intinya novel ini secara jalan cerita nggak terlalu spesial. Cuman, Prodigy pantes lah jadi batu loncatan buat novel selanjutnya.

To purchase this book, click here.

Advertisements

Don't mind to give me your own review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: